POSTINGAN 22

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...sesuai janji saya, saya akan memberikan postingan selanjutnya.


Sementara itu di belakang ruang makan, berderet puluhan kamar mandi dan WC serta mushala untuk melayani penumpang kota yang mungkin sudah 3 hari 3 malam menjadi mussafir. Menurut pengamatanku , perbedaan RM yang ada di lintas Sumeteradan lintas Jawa adalah derajat pedasnya rendang. Semakin menjauh dari Padang semakin tidak pedas.

Di setiap rumah makan, ada sudut yang tampak disiapkan untuk langganan VIP. Tidak jarang, sudut ini di tutup pemisah ruangan, dan tempat duduknya dibuat sangat santai seperti bale bale. Makanan yang terhidang sangat lengkap. Pelayanan selalu siaga di sebelah meja ini. Tempat paling terpuji di RM ternyata di siapkan hanya bagi"pelanggan teladan" : para supir dan kenek bus antar kota ini. Rupanya para saudagar Minang ini sadar bahwa puluhan pelanggan. Hebatnya lagi, servis kelas satu ini, disediakan gratis. Beruntunglah kami, sebagai kroni sang sulir, bisa menikmati fasilitas untuk Pak Etek Muncak ini.

Bus kami tidak hanya menderu melintas batas geografis tapi sekaligus menembus batas budaya, dan bahasa. Duduk di sebelah jendela kaca bus yang besar, rimba muncul dalam wajah beragam,mulai dari hutan ilalang akibat pembabatan pohon, hutan kelapa, hutan jati, hutan karet, hutan gelap, hutan terang, hutan rimbun, hutan berkabut, hutan asap dan hutan terbakar.


Komentar

Postingan Populer