POSTINGAN 16
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...sesuai dengan janji saya saya akan memberikan postingan selanjutnya
Aku tidak kuat menahan malu kalau harus pulang lagi. Sudah aku umumkan keputusan ini ke segenap kawan dan handai tolan. Bujukan mereka agar tetap tinggal di kampung telah kukalahkan dengan argumen berbahasa Arab yang terdengar gagah,''uthlubul ilma walau bisshin'', artinya tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina.
''Ke Cina saja disuruh, apalagi hanya sekedar ke Jawa Timur,''bantahku percaya diri kepada para pembujuk ini. Kemana mukaku akan disurukan wakau ke negeri sejauh Cina.''
Hari kedua perjalanan, stok film habis, Rambo sudah dua kali''disuruh'' Pak Etek Muncak bertempur di hutan Vietnam. Sementara, pelan tapi pasti suasana bus berubah. Akumulasi bau keringat, sampah, bau pesing WC, bau kentut, bau sendawa dan tentu saja bau penumpang yang mabuk dapat menggantung pekat di udara.
Tapi Pak Etek Muncak tampaknya punya dedikasi tinggi dalam menghibur penumpang. Beberapa kali dia menurunkan kacamata hitamnya sedikit dan mengintip para penumpang dari kaca spion. Begitu dia melihat banyak penumpang yang lesu dan teler, dia memutar kaset. Bunyi talempong segera membahana, disusul dengan sebuah suara berat memperkenalkan judul kaset....''Inilah persembahan Grup Balerong pemimpin Yus Datuak Parpatiah: Rapek Mancik Tikus.....'' para penumpang bertepuk tangan sebagian bersuit suit.
Aku tidak kuat menahan malu kalau harus pulang lagi. Sudah aku umumkan keputusan ini ke segenap kawan dan handai tolan. Bujukan mereka agar tetap tinggal di kampung telah kukalahkan dengan argumen berbahasa Arab yang terdengar gagah,''uthlubul ilma walau bisshin'', artinya tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina.
''Ke Cina saja disuruh, apalagi hanya sekedar ke Jawa Timur,''bantahku percaya diri kepada para pembujuk ini. Kemana mukaku akan disurukan wakau ke negeri sejauh Cina.''
Hari kedua perjalanan, stok film habis, Rambo sudah dua kali''disuruh'' Pak Etek Muncak bertempur di hutan Vietnam. Sementara, pelan tapi pasti suasana bus berubah. Akumulasi bau keringat, sampah, bau pesing WC, bau kentut, bau sendawa dan tentu saja bau penumpang yang mabuk dapat menggantung pekat di udara.
Tapi Pak Etek Muncak tampaknya punya dedikasi tinggi dalam menghibur penumpang. Beberapa kali dia menurunkan kacamata hitamnya sedikit dan mengintip para penumpang dari kaca spion. Begitu dia melihat banyak penumpang yang lesu dan teler, dia memutar kaset. Bunyi talempong segera membahana, disusul dengan sebuah suara berat memperkenalkan judul kaset....''Inilah persembahan Grup Balerong pemimpin Yus Datuak Parpatiah: Rapek Mancik Tikus.....'' para penumpang bertepuk tangan sebagian bersuit suit.
Komentar
Posting Komentar