POSTINGAN 6

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Sesuai janji saya, saya akan memberikan postingan selanjutnya..


Sampai sekarang kami masih tinggal dirumah kontrakan beratap seng dengan dinding dan lantai kayu.
Amak meneruskan dengan muka rusuh. Aku jadi ikut kalut melihatnya.

''beberapa orang tua menyekolahkan anak ke sekolah agama karena tidak mempunyai cukup uang. Ongkos masuk madrasah lebih murah.... ''

Kecurigaanku benar, ini masalah biaya. Aku meremas jariku dan menunduk melihat ujung kaki.

''.....Tapi lebih banyak lagi yang mengirim anak ke sekolah agama karena nilai anak anak mereka tidak cukup untuk masuk SMP atau SMA....''

''Akibatnya, madrasah menjadi tempat murid warga kelas dua, sisa sisa..... Coba waang bayangkan bagaimana kualitas para buya, ustad dan dai tamatan madrasah kita nanti.  Bagaimana mereka akan memimpin umat yang semakin pandai dan kritis? Bagaimana nasib umat Islam nanti?''

Wajah beliau meradang. Keningnya berkerut kerut masygul. Hatiku mulai tidak enak karna tidak mengerti arah pembicaraan ini.

Amak memang dibesarkan dengan latar agama yang kuat. Ayahnya atau kakekku yang aku panggil Buya Suran Mansur adalah orang alim yang berguru langsung kepada Inyiak Canduang atau Syekh Sulaiman Ar-Rasuly. Di awak abad ke 20, Inyiak Canduang ini berguru ke Mekah di bawahan asuhan ulama terkenal seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy dan Syekh Sayid Babas El-Yamani


Komentar

Postingan Populer