POSTINGAN 13

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Sesuai janji saya, saya akan memberikan postingan selanjutnya.


Tidak ada waktu lagi. Menurut informasi dari surat Pak Etek Gindo, waktu pendaftaran Pondok Madani ditutup 4 hari lagi, padahal butuh tiga hari Jalan darat untuk sampai di Jawa Timur. Tiket pesawat tidak terjangkau oleh kantung keluargaku. '' kita naik bus saja ke Jawa besok pagi,'' kata ayah yang akan mengantarku.

Bekalku, sebuah tas kain abu abu kusam berisi baju,  sarung dan kopiah serta sebuah kardus mie berisi buku,  kacang tojin dan sebyngkus rendang kapau yang sudah kering kehitam hitaman. Ini rendang spesial karena dimasak amak yang lahir di Kapau, sebuah desa kecil di pinggir Bukittinggi. Kapau terkenal dengan masakan lezat yamg berlinang linang kuah santan.

Sebelum meninggalkan rumah,  aku cium tangan amak sambil minta doa dan minta ampun atas kesalahanku.  Dari balik kacamatanya aku lihat cairan bening menggrlayut di ujung matanya

'' baik baik di rantau orang,  nak.  Amak percaya ini perjalanan untuk membela agama. Belajar ilmu agama sama dengan berjihad di jalan Allah,''kata beliau. Wajahnya tampak ditegar tegarkan. Katanya, cinta ibu sepanjang hayat dan mungkin berpisah dengan anak bujangnya untuk bertahyn tahun bukan perkara gampang. Sementara bagi aku sendiri dengan keputusanku merantau muda ke Jawa.


Komentar

Postingan Populer